Kembali ke daftar berita
Kegiatan

Tingkatkan Literasi Data, Pojok Statistik Unsulbar dan BPS Gelar Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Tingkatkan Literasi Data, Pojok Statistik Unsulbar dan BPS Gelar Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026
Majene, Statistika Unsulbar – Dalam rangka menyongsong pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pojok Statistik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses menyelenggarakan seminar sosialisasi bertajuk "Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju" di Auditorium Unsulbar, pada Selasa (30/09/2025). Kegiatan edukatif ini mendapat antusiasme tinggi dengan dihadiri oleh 220 peserta yang terdiri dari kalangan dosen dan mahasiswa dari lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsulbar. Acara secara resmi dibuka oleh Plt. Wakil Rektor II Unsulbar, Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd. Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten, baik dari unsur pemerintah daerah maupun praktisi statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS), antara lain Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Maharani, M.Pd., serta narasumber dari BPS, yaitu Mohammad Jufri, S.S.T., M.M., Medya Herliati, S.S.T., dan Yasinta N. J., S.S.T. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Maharani, M.Pd., menekankan bahwa data memiliki peran yang sangat krusial dan strategis dalam arah pembangunan daerah. Menurutnya, data yang dikumpulkan dan dianalisis secara tepat akan menjadi informasi penentu yang mendasari berbagai evaluasi serta perumusan program kerja Pemerintah Kabupaten Majene agar lebih tepat sasaran. Dari sisi teknis penyelenggaraan statistik, Mohammad Jufri, S.S.T., M.M., memaparkan bahwa BPS dalam memproduksi data senantiasa menggunakan kerangka kerja Generic Statistical Business Process Model (GSBPM). Kerangka kerja ini merupakan standar internasional yang juga menjadi acuan bagi National Statistical Office (NSO) di seluruh dunia, sehingga kualitas, akurasi, dan kredibilitas data yang dihasilkan oleh BPS terjamin dengan baik. Selanjutnya, Medya Herliati, S.S.T., menyoroti pentingnya kolaborasi dan peran aktif civitas akademika dalam mendukung pembangunan. Beliau mendorong para akademisi untuk terus memberikan masukan serta gagasan inovatif berbasis data (data-driven) kepada pemerintah. Senada dengan hal tersebut, Yasinta N. J., S.S.T., turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen data, melainkan menjadi agen perubahan (agent of change). Mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya tulis ilmiah dan penelitian berbasis data yang berkualitas, sehingga mampu memberikan dampak positif dan memengaruhi kebijakan publik. Seminar sosialisasi ini merupakan wujud nyata dari upaya berkelanjutan Pojok Statistik Unsulbar bersama BPS Kabupaten Majene dalam meningkatkan literasi statistik di kalangan pergerakan akademisi. Dengan pemahaman yang baik mengenai pentingnya data, diharapkan mahasiswa dan dosen FMIPA Unsulbar dapat berkontribusi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan Indonesia Maju.